Coffee Morning & Berbagi Kasih: DPRD Karawang Bersama Tokoh Lintas Agama Bahas TPU Non-Diskriminasi dan Persiapan Natal 2026

Header Menu


MEDIA ONLINE D'POTENSI.COM

Coffee Morning & Berbagi Kasih: DPRD Karawang Bersama Tokoh Lintas Agama Bahas TPU Non-Diskriminasi dan Persiapan Natal 2026

DE POTENSI
Sabtu, 06 Juni 2026




KARAWANG — POTENSI.
Suasana hangat tapi penuh substansi mewarnai coffee morning dan aksi berbagi kasih yang digagas Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin,S.Pd.I., S.H., M.H., Kamis pagi di Telukjambe Timur. 

Forum ini mempertemukan legislatif, tokoh lintas agama, dan unsur Forkomimcam Telukjambe Timur untuk membahas dua isu sensitif yang menyentuh langsung kehidupan warga: jaminan Tempat Pemakaman Umum non-diskriminasi dan kesiapan menyambut Natal 2026.

Hadir dalam diskusi Ketua FKUB Kabupaten Karawang KH. Maskur, Camat Telukjambe Timur, Kapolsek, Danramil, kepala desa, serta perwakilan ormas keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Meski dikemas santai lewat coffee morning, arah pembicaraan tetap tajam dan fokus pada solusi.

*1. TPU Non-Diskriminasi: Hak Mati yang Sama untuk Semua Warga*

Isu utama yang diangkat H. Endang Sodikin adalah masih adanya keluhan warga minoritas yang kesulitan memakamkan jenazah di TPU umum karena faktor keyakinan. Beberapa TPU dikelola desa atau yayasan dengan aturan yang mempersulit warga non-muslim.

“Pemakaman itu hak dasar manusia. Negara hadir sampai liang lahat. Kalau ada warga Karawang ditolak dimakamkan hanya karena beda agama, itu luka bagi kemanusiaan kita,” tegas Endang Sodikin di hadapan forum.

Ketua FKUB KH. Maskur menimpali, toleransi di Karawang sudah bagus di tataran sosial. Tapi harus naik kelas ke tataran kebijakan. FKUB siap turun langsung memediasi desa-desa yang masih gamang membuat SK alokasi lahan untuk umat lain.

Hasil pemetaan sementara Forkomimcam Telukjambe Timur: 3 TPU desa belum punya blok khusus non-muslim, 2 lainnya proses perizinannya terhambat. Solusi cepat yang disepakati: 

Endang Sodikin berkomitmen DPRD akan mengawal sampai jadi Perbup tentang Pengelolaan TPU Inklusif. “Aturannya harus jelas: tidak boleh ada TPU milik pemerintah yang menolak warga karena agama. Titik,” ujarnya.

*2. Natal 2026: Pengamanan Dimulai Sejak 2025*

Topik kedua adalah persiapan Natal 2026. Walau masih 7 bulan lagi, forum sepakat jangan tunggu mepet. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pengamanan gereja, pengaturan lalu lintas, dan distribusi bansos saat Natal paling rawan jika tidak direncanakan dini.

KH. Maskur mengusulkan “ronda lintas iman”. Pemuda masjid, gereja, dan karang taruna patroli bareng saat malam Natal dan Tahun Baru. “Ini bukti Karawang itu rukun bukan karena dipaksa, tapi karena sadar kita bersaudara,” katanya.

H. Endang Sodikin meminta Bagian Kesra Setda Karawang segera bentuk Posko Natal 2026 akhir tahun ini. Fungsinya: mendata kebutuhan gereja, koordinasi pengamanan, dan menyalurkan bantuan sosial bagi jemaat dhuafa. DPRD siap menganggarkan lewat APBD Perubahan 2025.

*Berbagi Kasih, Menutup Diskusi dengan Aksi*

Acara ditutup bukan dengan seremonial, tapi aksi nyata: penyerahan paket sembako kepada 20 warga dhuafa lintas agama di Telukjambe Timur. Endang Sodikin menyebut ini simbol bahwa dialog harus berujung manfaat.

“Coffee morning ini bukan sekadar ngopi. Kita ngobrolin orang hidup dan orang mati. Ngobrolin yang beribadah dan yang dimakamkan. Kalau dua hal itu beres, insyaAllah Karawang adem,” pungkasnya.

Forum berakhir dengan doa lintas iman yang dipimpin bersama. Tidak ada pidato bertele-tele. Yang ada hanya catatan kesepakatan dan PR kerja yang langsung dibagi ke OPD terkait.

*Catatan Redaksi:* DPRD Karawang menargetkan draf Perbup TPU Inklusif rampung dibahas Komisi IV pada Q1 2026. Sementara Posko Natal 2026 akan dilaunching Desember 2025.

T.SITINJAK AKPERSI.