Bupati Karawang Aep Saefullah: Pancasila Adalah Dasar Negara, Perekat Kebhinekaan di Hari Lahir Pancasila 2026

Header Menu


MEDIA ONLINE D'POTENSI.COM

Bupati Karawang Aep Saefullah: Pancasila Adalah Dasar Negara, Perekat Kebhinekaan di Hari Lahir Pancasila 2026

DE POTENSI
Selasa, 02 Juni 2026



KARAWANG, potensi- 
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 berlangsung khidmat di plaza pemda Karawang, Senin 1 Juni 2026. Ribuan ASN, pelajar, TNI-Polri, dan masyarakat hadir untuk merenungkan kembali nilai-nilai dasar bangsa yang ditetapkan 81 tahun lalu.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Karawang Aep Saefullah menegaskan pentingnya Pancasila sebagai kompas bersama di tengah dinamika zaman. 

"Pancasila adalah Dasar Negara. Tidak ada tawar-menawar di situ. Pancasila yang mempersatukan kita dari Sabang sampai Merauke, dari Sunda sampai Papua. Di Karawang yang majunya cepat karena industri dan investasi, justru Pancasila harus jadi rem dan kendali agar pembangunan berkeadilan," ujar Bupati Aep dalam amanatnya.

Tema nasional Hari Lahir Pancasila 2026 yang diangkat "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya" juga digaungkan Pemkab Karawang. Menurut Bupati Aep, peringatan 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan. 

"Kalau hanya upacara lalu selesai, artinya kita gagal. Pancasila harus turun ke pasar, ke pabrik, ke sawah, ke ruang kelas. Gotong royong waktu banjir kemarin, itu Pancasila. Pedagang yang jujur menimbang, itu Pancasila. Guru yang sabar mendidik, itu Pancasila," jelasnya.

Bupati Karawang ini juga menyorot tantangan Karawang sebagai "kota industri". Arus urbanisasi dan investasi besar sering memicu gesekan sosial. Di sinilah, kata dia, sila ke-2 dan sila ke-5 jadi kunci.

"Kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Investor masuk silakan, tapi tenaga kerja lokal harus diutamakan. Lingkungan harus dijaga. Jangan sampai Karawang maju, tapi warganya tertinggal. Itu tidak Pancasilais," tegas Aep Saefullah.

Di akhir acara, Bupati Aep berdialog langsung dengan pelajar. Ia berpesan agar anak muda Karawang melek digital tapi tidak kehilangan jati diri.

"HP boleh canggih, tapi akhlak harus lebih canggih. Kalian boleh jadi programmer, content creator, insinyur. Tapi jangan lupa, kalian orang Karawang. Darah pejuang. Jiwa Pancasila harus lebih kuat dari algoritma TikTok," ucapnya disambut tepuk 
(T.sit)